#TanyaPenulis: Sefryana Khairil

Sefryana Khairil merupakan salah satu penulis yang produktif menulis karya. Bermula dari Dongeng Semusim, hingga saat ini Sefry sudah melahirkan delapan judul di GagasMedia. Dan, kini Sefry hadir kembali dengan karya terbarunya berjudul Aftertaste.

 

Sefryana KhairilMelalui novel Aftertaste ini, Sefry kembali mengangkat profesi chef untuk tokoh utamanya. Kira-kira, apa ya yang melatarbelakangi Sefry memilih profesi ini dalam karya terbarunya, mengingat di karya sebelumnya ia juga memilih profesi chef untuk tokoh utamanya? Yuk, kita cari tahu melalui TanyaPenulis di bawah ini.

 

Felinatha: Halo Kak Sefry, dalam menulis Aftertaste, ada kendala gak sih saat menyelesaikan novel ini? Terus kasih tahu dong, tip buat penulis newbie agar tulisannya bagus seperti Kakak?

 

Saya menulis novel ini sekitar tahun 2012. Ketika saya memberikannya kepada editor, ternyata memerlukan revisi besar-besaran. Itu mungkin kesulitannya. Saya harus merombak dengan membuat plot baru, tanpa mengubah premis. Saranku, banyak membaca, banyak berlatih menulis agar kamu menemukan gaya menulismu. :)

 

Imratnasr: Halo Kak Sefry. Kenapa milih profesi seorang chef untuk tokoh utama diAftertaste? Ada hal khusus gak sih kenapa milih itu?

Saya menyukai dunia memasak (chef) ini dan kebetulan saya melakukan riset yang cukup mendalam saat menulis novel sebelumnya, SweetNothings. Jadi, semua materi masih 'plek-plek', hehe.

 

st.fatimah1004: Apakah setiap kali menulis cerita selalu disertai dengan riset? Biasanya waktu yang dibutuhkan itu berapa lama, Kak?

Setiap tulisan pasti memerlukan riset. Bahkan untuk tulisan yang membahas kehidupan sehari-hari. Biasanya riset itu selama 1 bulan, kurang lebih.

 

tikaasaf_: Hai, Kak. Oh ya kak, selamat ya atas novelAftertaste menjadi top ten best seller saat masuk di toko buku. Nah, pertanyaanku adalah bagaimana sih caranya membuat novel hingga disukai banyak orang? Tak hanya itu, waktu pertama kali PO apa yang Kakak lakukan supaya novelnya laris?

Hai, terima kasih juga ya. Saya tidak pernah merencanakan novel saya pasti atau akan jadi buku laris. Saya hanya menulis apa yang saya suka dan mengira-ngira adegan-adegan seperti apa yang disukai pembaca.

 

Irmaayus: Assalamualaikum, Kak. Bagaimana caranya konsisten dalam menulis, dan dari mana Kakak mendapat ide-ide yang segar dalam menulis, seperti buku Aftertaste. Inspirasi dan motivasi utama Kakak apa dalam menyelesaikan buku Aftertaste?

Konsisten dan mendapatkan ide dalam menulis tentunya dengan banyak membaca dan terus menulis. Kalau dilakukan terus-menerus saya yakin pasti konsisten, tapi mengembangkan dari satu hal. Misalnya deskripsi, dialog, ataupun narasi.

 

Helorita: Aku selalu ngikutin novelnya Mbak Sef, dan dari dulu kuperhatikan dirimu selalu pakai latar belakang dan tokoh gak jauh-jauh dari pastry. Apakah Mbak Sefry bisa masak atau hanya penyuka makanan aja? Apa alasannya Mbak Sef memasukan itu? Apakah ada yang spesial mengenai itu, sementara penulis lain berlomba-lomba mendeskripsikan tempat-tempat yang indah.

Jawabannya karena suka aja sih. Hehehe. Sebenarnya ada juga kok yang nggak membahas dunia kuliner, misalnya Almost is Never Enough dan Tokyo.

 

aminatuzzahra255: Waktu membuat cerita Aftertaste lebih susah mana penggambaran setting, penentuan karakter, plot, twist, atau menentukan ending?

Semua sudah saya rencanakan sejak awal, penempatannya pun sudah saya rencanakan. Jadi saya membuat outline dulu untuk panduan selama menulis, supaya nggakkehilangan arah.

 

Wibisonorizki: Assalamualaikum. Permisi mau tanya, apa benar ide buku ini dari rasa patah hati pada seseorang?

Nggak, kok. Buku ini benar-benar hanya imajinasi.

 

irmaa_waati: Halo Kak, aku mau tanya tentang bagaimana sih caranya agar kita bisa terus konsisten menulis setiap hari di tengah kesibukan yang luar biasa padat?

Tentukan golden time kamu. Misalnya kamu lebih banyak mendapat ide saat subuh, kamu bisa menyempatkan diri sebelum beraktivitas.

 

septi.baroroh: Momen apa yang tidak terlupakan selama penulisan Aftertaste ini? Atau sesuatu yang menjadi pengalaman tersendiri bagi Kakak selama menulis Aftertaste yang tidak dijumpai saat penulisan karya-karya sebelumnya?

Setiap novel mempunyai kesan tersendiri sih. Untuk Aftertaste kesannya saat menulis adegan sedih yang bikin nangis.

 

Seru, ya, #TanyaPenulis. Nah, bagi kamu yang penasaran dengan karya terbaru Sefryana Khairil, buruan dapatkan novel Aftertaste di toko buku terdekat. Atau, unduh ebook-nya melalui PlayStore.