#TanyaPenulis: Robin Wijaya

Dua karakter utama dalam sebuah cerita mungkin sudah biasa. Kalau lima pasang tokoh karakter dalam sebuah cerita itu baru tidak biasa. Itulah yang akan kamu temukan saat membaca A Moment to Love You, novel terbaru dari Robin Wijaya. Dengan berbagai macam kisah cinta dari masing-masing tokohnya, novel ini menjadi lebih berwarna.

Seperti apa ya, kira-kira ceritanya? Nah, Robin Wijaya akan menuntaskan rasa penasaranmu tentang novel terbarunya ini melalui Tanya Penulis berikut. Check it out!

 

rafikaarvianti_: Apa makna novel A Moment to Love You ini untuk Kakak? Apa yang mengharuskan kami (para novel addict) buat punya ini novel?

Premis novel ini adalah tentang kesempatan kedua untuk cinta. Bagaimana kita memaknai luka yang ditorehkan cinta atau kegagalan dalam sebuah hubungan dan memulainya lagi dengan cara yang baru. Kenapa harus punya novel ini? Karena ini novel saya yang paling unik, menggabungkan kisah beberapa pasangan dalam satu buku, dan mereka memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya.

 

Linaern: Dari kisah-kisah di dalam novel A Moment To Love You ini, ada tidak sih kisah yang membuat Kakak kagum sendiri dengan tokohnya dan membuat kakak merasa mendapatkan banyak pelajaran dari tokoh tersebut?

Ada 2 tokoh. Yang pertama Wira, si ABG kocak ini bisa mengubah situasi bencana menjadi momen menyenangkan. Ide-ide dan pemikiran absurdnya juga membuat saya semakin menyukai Wira. Wira juga jujur, agak lebay, dan yang terpenting Wira dan saya sama-sama menjadi pemulung quotes. Yang kedua adalah Dio. Kesetiaannya sama Renata membuat dia layak dinobatkan menjadi calon pacar idaman.

Robin Wijaya 2

 

Yacitaaditya: Apakah judul A Moment to Love You memang direncanakan sedari awal untuk digunakan oleh novel ini? Selain isi cerita, apakah ada pertimbangan lain Mas Robin dalam menentukan judul suatu buku?

Judul A Moment to Love You adalah salah satu dari 3 judul yang diajukan penerbit. Saya termasuk penulis yang agak bingungan ketika memilih judul. Oleh karena itu, biasanya pertimbangan-pertimbangan justru saya minta dari orang lain, termasuk redaksi.

 

pena.ctr: Apa yang Kakak lakukan jika novel A Moment to Love You dibajak/diplagiat oleh orang lain yang tak bertanggung jawab?

Emosi jiwa!!! Saya nulis ini 3 tahun sampai bisa terbit.

 

 

Sshuangm: Berapa lama sih waktu untuk menyelesaikan novel A Moment to Love You? Apakah Kakak rutin nulis juga? Bagaimana me-manage waktu nulis sama real life? Dan yang terakhir, ide awal A Moment to Love You itu darimana?

Dari awal idenya muncul, nyusun outline, mengajukan ke editor, revisi outline lagi, mengajukan lagi, revisi lagi, kemudian ditulis, revisi, editing dan cetak... sekitar 3 tahun lebih. Nulis rutin sekitar setengah tahun sebelum rencana terbit. Idenya muncul karena pengin menulis kisah tentang pasangan-pasangan saja.

 

Fatayaazzahra: Kenapa lebih suka bercerita genre romance? Hehe. Nah, terus kalau gak salah, dalam cerita A Moment to Love You ini, kan, ada lima cerita yang berbeda. Ada kesulitan gak dalam menyelesaikannya mengingat ceritanya dari berbagai jenis profesi, status, dan usia. Satu lagi, ada gak cerita pribadi yang diselipkan?

Baru benar-benar suka romance setelah menerbitkan buku saja. Aslinya sih sukanya fantasy dan sci-fi. Kesulitan terbesar waktu menulis pasangan lanjut usia, Galih & Niken. Memahami cara pikir pria paruh baya seperti Galih nggak mudah sama sekali. Kalau cerita pribadi sih nggak ya, tapi kegelisahan pribadi sih ada. Hahahaha. Seperti ketika mempertanyakan 'kapan cinta gue bisa berbalas'?

 

Wemmynf: Apa keunikan yang dimiliki A Moment to Love You sehingga pembaca layak untuk memasukkannya ke dalam daftar bacaan?

Pertama, novelnya unik. Mengisahkan 5 pasangan dengan konflik masing-masing, namun saling terkait. Kedua, kisahnya juga lengkap, mulai dari masalah orang ketiga, luka hati yang belum sembuh, friendzone, konflik anak dan orangtua, sampai menunggu cinta berbalas. Ketiga, tokoh-tokohnya merepresentasikan keseharian dan membuat konfliknya menjadi it's so us. Keempat, gaya bahasanya Robin Wijaya bangeeetttt... manis-manis romantis.

 

Kangdhesu: Adakah orang yang paling memengaruhi Kokoh dalam menulis sebuah cerita? Dan apa yang membuat kamu sejauh ini terus menulis buku?

Penulis yang paling memengaruhi: Nicholas Sparks. Saya ingin seperti beliau, dicintai pembaca-pembacanya. Bahkan saya hafal betul satu kalimat pengantar di bukunya: sebagai penulis cerita cinta paling laris di dunia, Sparks mungkin adalah orang yang paling dicintai pembacanya. #aMomentToLoveYou tidak didasarkan dari kisah nyata. Mungkin beberapa adegannya ada yang diinspirasi dari cerita orang lain, tapi hanya sebagian kecil. Saya terus menulis untuk menjadikan tulisan-tulisan saya sebagai warisan. Agar orang bisa membaca dan memahami saya, dari apa yang saya tulis.

 

Asrianinganro: Diantara semua novel yang sudah diterbitkan, manakah yang paling berkesan di hati?

Semuanya punya kesan masing-masing. Namun, secara personal, saya punya kenangan menulis tersendiri dengan Versus.

 

Fyhnadyahai: Adakah satu atau beberapa momen yang paling berkesan dalam buku A Moment to Love You ini berdasarkan cerita pribadi kakak? Dan momen itu sendiri termasuk bikin galau atau baper, Kak?

Ada 1 pasangan di novel ini yang bikin saya baper berat waktu nulis. Pasangan Dio dan Renata. Dio si lelaki setia yang nggak peduli cintanya diterima atau nggak, dia cuma ingin selalu ada untuk perempuan yang dicintainya. Saya galau banget waktu bikin adegan Dio nganterin Rena ke airport, karena perempuan itu mau nemuin pacarnya. Melepas orang yang dicintai dan mengetahui dia pergi untuk siapa itu rasanya... hmmmm.

 

Lilaammanah: Siapa sih inspirasi Kakak ketika buat karakter cewek?Di antara semua novel Kakak, Kakak paling suka sama karakter cewek yang mana dan kenapa?

Kita semua pasti punya tendensi terhadap figur seseorang, termasuk karakter perempuan dalam novel yang ditulis. Kalau bukan inspirasi, mungkin lebih tepatnya kecenderungan saya untuk menggambarkan tokoh-tokoh perempuan saya sebagai perempuan yang girly, sangat feminin, umumnya berambut panjang dan gemar memakai gaun. Saya sangat menyukai tokoh Natalie dalam novel Nightfall, karena kedewasaan dan sikap lembutnya. Sedangkan di A Moment to Love You yang paling memberi kesan adalah Rasti. Karena digambarkan sebagai sosok cerdas, tegas, namun pribadi yang menyenangkan ketika diajak bicara.

 

Bagaimana, masih penasaran dengan cerita sebenarnya? Segera dapatkan novel A Moment to Love You di toko buku terdekat atau unduh ebook-nya di PlayStore, lalu nikmati ceritanya!

 

foto Robin Wijaya