#TanyaPenulis: Gilang KR

Perjalanan Gilang KR dalam dunia kepenulisan memang tidaklah sebentar. Ia begitu aktif di berbagai media sosial, seperti Steller, ask.fm, dan sebagainya. Keberadaan media sosial ini, ia manfaatkan untuk terus mengasah kemampuan menulis. Hingga akhirnya, kesempatan untuk membukukan karyanya pun datang.

 

Bahagia Setengah Hati itulah judul buku Gilang KR yang sudah bisa kamu nikmati saat ini. Seperti apa isinya? Yuk, ikuti TanyaPenulis GagasMedia bersama Gilang KR berikut ini.

 

desshand30: Halo, Kak! Aku suka banget baca karyamu terutama di Steller, nah kebetulan sudah lama juga ngikutin di ask.fm haha. Mau nanya dong, misalnya nih Kak Gilang bukunya sudah best seller dan ternyata dari pihak penerbit memberi kesempatan lagi buat Kak Gilang nerbitin buku tanpa harus mengandung unsur percintaan atau galau-galauan, tema apa yang pertama kali lewat dipikiranmu untuk jadi bahan buku selanjutnya? Alasannya juga ya. Thank you!

 

gilangKR dpnGilangkr: Ini pertanyaannya luar biasa sekali. Sejujurnya, aku paling suka dan merasa paling nyaman kalau menulis soal isu-isu sosial. Kalau ada kesempatan, aku mau membukukan hasil kontemplasi ini-itu. Opiniku soal kenapa minat baca di Indonesia itu rendah dan apa dampaknya, kenapa toleransi itu penting dan bagaimana seharusnya itu dilakukan, soal pembajakan, soal ngerekam film di bioskop untuk instastory, dsb. Mungkin semacam memoar kali ya. Jika ada kesempatan, ingin sekali menulis hal seperti itu. Tapi untuk sekarang, rasanya masih perlu tahu diri sama kapasitas diri sendiri dan juga berkaca pada pasar tulisan cinta-cintaan yang masih sangat besar.

 

Asrianinganro: Siapa sih, penulis favorit yang menginspirasi Kakak saat nulis buku?

Gilangkr: Halo Asri. Penulis kesukaanku lumayan banyak, untuk dari dalam negeri sendiri, aku sangat suka sama Pramoedya Ananta Toer (ngefans berat). Tapi dalam nulis buku ini, aku banyak mempelajari tulisan Raditya Dika, Boy Candra, dan Tirta Prayudha. Untuk mencari tahu kalimat bagaimana yang disukai oleh remaja saat ini. Agar sesuai sama selera orang juga.

 

Kutipfilms: Kak Gilang, berapa bulan waktu yang dibutuhkan untuk menulis buku ini dan apa yang membuat buku Kakak itu menarik untuk dibaca?

Gilangkr: Halo. Total pengerjaan mungkin 3-5 bulan, lupa juga tepatnya mulai sejak kapan. Hahaha. Dan apa yang membuat buku ini menarik, dalam pembuatannya aku berusaha untuk menulis cerita yang sederhana dan relatable. Bukan cerita cinta-cintaan yang kelewat cantik atau kelewat dramatis, tapi lebih ke cerita-cerita yang dekat dengan kejadian kita sehari-hari. Mulai dari naksir kakak kelas sampai berantem gara-gara LDR beda kota waktu kuliah. Intinya sih berusaha menghadirkan cerita yang dekat dengan pembaca.

 

Julianpertiwi: Halo, Gilang. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki genre kesukaan masing-masing, lalu bagaimanakah cara kamu meningkatkan daya jual buku ini agar orang yang tidak memiliki interest pada genre buku ini, mau melirik buku kamu? Yang kedua bagaimana cara kamu mempertahankan konsistensi style menulis kamu? Dan yang terakhir, apakah kamu termasuk penulis yang menggunakan outline atau let it flow? Yang manakah yang lebih menguntungkan? Menggunakan outline atau let it flow? Trims.

 

 

Gilangkr: Cara meningkatkan daya jual ya, dengan memberi judul, tagline, dan sinopsis yang menarik. Karena orang akan menilai suatu buku kan dari judulnya. Dan saya juga nggak memaksakan semua orang akan suka sama genre buku ini. Sesuai yang kamu bilang, masing-masing orang punya preferensi genre. Dibanding dibaca sama semua orang tapi hanya sekedar lewat, saya lebih ingin buku saya dibaca oleh orang-orang yang cocok dengen genre ini, tapi mampu memberi kesan yang kuat seusai membaca. Impactful.Dan untuk outline sendiri, sebelum mulai menulis saya sudah menentukan arah tulisan ini mau kemana. Kalimat-kalimat yang akan jadi senjata andalan pun sudah saya susun. Setelahnya baru saya lengkapi detail-detail lainnya. Rasanya lebih mudah untuk menulis jika kita sudah tahu arahnya akan kemana dan kesan/pesan apa yang kita mau coba sampaikan. Kalo saya, lebih lama proses brainstorming daripada menulisnya.

 

monicazhr_: Kak Gilang, hal apa yang dirasa paling mengganggu Kakak selama proses pembuatan buku Bahagia Setengah Hati ini?

Gilangkr: Tantangan/hambatan paling besar dalam menyelesaikan buku ini adalah kebanyakan main PS. Hahahaha. Biasanya setelah kerja niatnya main 1 jam baru mulai lanjut nulis (itung-itung refreshing bentar), eh malah bablas sampai 3-4 jam. Akhirnya nulis tengah malem di sisa-sisa waktu sebelum tidur.

 

Sugestiyoan: Sugeng enjing Kak Gilang. I just wanna ask one question. Setiap orang pasti memiliki karakteristik unik dalam tulisannya, dan nggak bisa memaksa orang untuk menyukai style tulisan kita. Jadi, apa yang ingin Kakak capai dalam tulisan di buku ini?

Gilangkr: Sugeng ndalu nggih, Mbak. Yang saya ingin capai sederhana kok, bisa diam-diam menyisipkan perasaan "eh, ini kok ceritanya gue banget ya" ke pembaca saat mereka membaca buku ini.

 

najwa.kanaya: Hai Kak Gilang,apa saja yang sudah Kakak lakukan hingga akhirnya buku ini diterbitkan? Apa yang memotivasi Kakak untuk menulis buku ini?

Gilangkr: Halo Najwa. Sebelum menulis buku ini, saya sudah belasan tahun menulis di berbagai media online. Mulai dari Tumblr, Steller, Askfm, sampai ke Medium. Dari sana mulai banyak yang kenal dan suka sama tulisanku. Dengan semakin banyak pembaca, aku pun dapet apresiasi yang berguna buat aku bisa terus menulis dan belajar lagi. Sampai akhirnya datang Gagas Media nawarin untuk nulis buku. Jadi prosesnya lama, bukan sesuatu yang tiba-tiba.

 

Ratnajwts: Hallo, Kak Gilang. Dibuku ini kan bercerita tentang yang ditinggalkan sampai kepada yang bahagia sama pasangannya ya, kalau nggak salah? Nah, buat Kakak bisa lancar menulis dibagian yang sedih-sedih karena ditinggalkan itu bagaimana? Perlu membangun mood yang sedih jugakah atau ngalir aja? Kan kisah cinta Kakak sendiri kayaknya mulus-mulus dan sejahtera bahagia sentosa tuh? Hehe. Terimakasih, Kak.

Gilangkr: Benar banget. Nggak terhitung berapa kali saya harus mematahkan hati saya sendiri agar bisa menulis dengan mood orang yang sedang patah hati. Biasanya dibantu dengan mendengar dan menyimak lagu patah hati secara berulang-ulang, atau menonton film soal patah hati. Mood-nya harus pas.

 

Bahagia Setengah HatiShaqilabila: Hai, Kak Gilang. Tidak bermaksud untuk merendahkan Kakak, apa penerbitan buku ini ada sangkut pautnya dengan kepopuleran Kakak di ask.fm? Karena melihat potensi pasar yang baik, lalu Kakak memutuskan untuk menerbitkannya. Karena banyak stigma yang berkembang, kalau mau jadi penulis harus terkenal dulu, baru laku tuh tulisan.

Gilangkr: Pada dasarnya, mereka yang populer di media sosial (Askfm, Tumblr, Steller, blog, dsb) itu bisa populer karena mereka bisa konsisten bikin konten yang bagus. Karena konten mereka bagus maka banyak yang suka, karena banyak yang suka makanya jadi dikenal. Begitu kan? Kan nggak mungkin juga ada orang yang populer tapi konten dia nggak jelas. Itu sebabnya mungkin penerbit sekarang lebih terbuka dengan orang-orang yang sudah cukup populer di ranah online, karena mereka sudah teruji bisa bikin konten/karya yang bagus dan disuka banyak orang. Toh pada akhirnya, mau terkenal dia online dulu, atau mau nerbitin via penerbit dulu, sama-sama harus bisa konsisten bikin karya yang bagus. Sama-sama nggak ada jalan pintas.

 

Bahagia Setengah Hati karya Gilang KR kini sudah bisa kamu dapatkan di toko buku terdekat. Tidak hanya itu, kamu juga sudah bisa mengunduh ebook-nya melalui PlayStore. Selamat membaca!

 

 

 

 

 

Baca Juga: